Saat ku tau kamu telah jauh pergi
Tinggalkan aku sendiri
Ada rindu membekas di hatiku
Ku sesali mengapa sering ku abaikan saat kamu di sini
Maafkan aku..
Bila aku boleh meminta
Ingin ku ulang hari jadi lebih baik
Kan ku genggam erat tanganmu
Tak pernah ku lepaskan..
Aku masih berharap ini hanya sekedar mimpi..
Hanya mimpi..
Apa kamu tau sulitnya aku bernafas?
Itu karena aku merindukanmu..
Menyesakkan..
Mungkinkah kamu tau..
Bagaimana rasa sepi tanpamu??
Begitu hampa..
Seandainya aku boleh meminta..
Inginku.. Kamu kembali dalam pelukanku
Kan ku peluk erat dirimu
Tak kan pernah ku lepas lagi
Jika saja ini bukan hanya kata andai..
Bukan hanya sekedar mimpi
Aku ingin kau kembali
Memelukku dan temani aku..
Tak ingin hanya mimpi..
Karena ku ingin ketika ku terjaga,
ku buka mataku, kau sudah ada..
Jauh dari harapanku..
Tak sama dengan mimpiku..
Sebuah blog dari seorang blogger amatir yang hanya bermaksud menuangkan isi hati dan pikiran dalam sebentuk tulisan.
Tampilkan postingan dengan label Ketikan Jari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketikan Jari. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Juli 2011
Senin, 11 Juli 2011
Biarkan Saja Aku!!
Biarkan saja aku seperti ini..
Ini luka.. memang terperih yang pernah ku rasa.
Tidak hanya butuh waktu lama, tapi juga usaha keras untuk memulihkannya.
Meski akhirnya juga tidak akan pernah bisa kembali seperti semula.
Biarkan saja dulu...
Aku terdiam bersama kenangan.. segala tentangnya.
Karena memang aku tidak pernah berniat menanggalkannya.
Bukan.. Bukan inginku terbenam dalam sendu.
Tapi itu hak ku..
Aku berhak atas mau ku!
Biarkan saja dulu..
Aku sendiri dengan emosi yang tersisa kini.
Aku diam bukan tidak berupaya.
Aku berusaha menyadari kenyataan yang ada.. bahwa ia tiada..
Tapi.. masih dan selalu ada..
Di hati ku..
Di pikiran ku..
Tolong.. jangan paksa aku...
Sama sekali aku tidak ingin melukai.
Karena aku sendiri masih bernegosiasi dengan kelukaan ini.
Biarkan aku menata semua.. tidak sendiri, tapi bersama kenangan tentangnya dalam hati..
Just... Let me alone!!
Ini luka.. memang terperih yang pernah ku rasa.
Tidak hanya butuh waktu lama, tapi juga usaha keras untuk memulihkannya.
Meski akhirnya juga tidak akan pernah bisa kembali seperti semula.
Biarkan saja dulu...
Aku terdiam bersama kenangan.. segala tentangnya.
Karena memang aku tidak pernah berniat menanggalkannya.
Bukan.. Bukan inginku terbenam dalam sendu.
Tapi itu hak ku..
Aku berhak atas mau ku!
Biarkan saja dulu..
Aku sendiri dengan emosi yang tersisa kini.
Aku diam bukan tidak berupaya.
Aku berusaha menyadari kenyataan yang ada.. bahwa ia tiada..
Tapi.. masih dan selalu ada..
Di hati ku..
Di pikiran ku..
Tolong.. jangan paksa aku...
Sama sekali aku tidak ingin melukai.
Karena aku sendiri masih bernegosiasi dengan kelukaan ini.
Biarkan aku menata semua.. tidak sendiri, tapi bersama kenangan tentangnya dalam hati..
Just... Let me alone!!
Jumat, 24 Juni 2011
Ada Anak Gadis Bertanya pada Ibunya...
Seorang anak gadis berangkat remaja.. Bertanya pada ibunya:
"Ibu...terangkan padaku tentang hakekat seorang wanita...??"
Sang ibu terkejut mendengar anaknya bertanya tentang hal yang tidak ringan bobotnya.. Namun sangat penting bagi anaknya yang berangkat dewasa...
Dengan perlahan sang ibu menjawab:
"Pertanyaanmu tidak ringan jawabannya... Wanita itu..lembut tutur sapanya.. Sopan budi pekertinya.. Rajin menggali ilmu, tekun bekerja.. Prilaku setara dalam apapun karya.. Lincah dan dinamis geraknya.. dan tidak minder karena jenis kelaminnya.. Ruang geraknya leluasa.. Bahkan takkan tertandingi dia.. Dalam keikhlasan pengorbanannya melahirkan anak menyabung nyawa.. Membesarkan anak hingga habis waktunya...
Jika dia brumah tangga, dia partner setia suaminya.. Sabar mendidik anak-anaknya.. Menyemai benih iman, kesejukan taqwa..
Kalau dia bekerja, dia pandai membagi waktunya.. Ramah dan erat dengan mertua, ipar dan keluarga.. Serta baik hubungan dengan tetangga dan ikut membantu masyarakat..."
Demikian jawab ibunya... Kening sang gadis remaja tampak ada kerutnya, sinar tak puas terbayang pada matanya... Terdengar berikut ini kalimatnya:
"Ahh...mama.... Yang baru mama katakan ini.. Kok indah gambarannya,, dalam kenyataan lain lagi rasanya..."
Menjawab lagi ibunya:
"Memang Nak... Yang mama sebutkan tadi adalah bentuk idealnya, yang tidak mudah mencapainya.. Karena masalah ini memang tidak sederhana..."
"Mama..mama... Mama bilang tadi wanita harus lembut dalam bertutur sapa.. Tapi dalam kenyataannya.. Banyak perempuan judes dan suka mengomel saja, suka bergunjing bergosip memperkarakan sesama... Misalnya tante, adik mama itu.. Hari ini ngomongnya begini-begini di depan kita.. Minggu depan ngomongnya begitu-begitu di belakang kita..."
"Ya..ya..Nak... Iya... Itulah salah satu kelemahan wanita.. Mungkin malahan kelemahan yang utama.. Sukar menahan kata-kata tak berguna, sering lupa menjaga perasaan orang lain.. Bagi mama sendiri, ini cobaan sangat beratnya... Kalau sudah ketemu sesama teman arisan atau kawan dulu di SMA.. Kami bertanding siapa yang punya lidah paling berbisa.. Yang paling top adalah skandal demi skandal yang dianalisa.. Kemudian apa saja yang berkaitan dengan aib keluarganya..."
"Mah..mama... Jadi mama ikut-ikutan juga? Mama bergunjing bergosip pula? Mama mengunyah-ngunyah daging saudara sendiri juga?"
Dengan malu sang ibu menjawab anaknya:
"Anakku sayang... Mama tadi sudah katakan.. Yang paling berat kelemahan seorang perempuan adalah menjaga lidahnya, menjaga perkataan.. Ketika berkumpul-kumpul, apakah pengajian apalagi arisan.. Sering kita, kaum perempuan ini tak tahan pameran harta.. Memperagakan berlian di leher dan pergelangan tangan.. Menyebut merk mobil dan perjalanan liburan.. Bercerita tentang anak-anak yang sekolah di sekolah elite dan mahal... Itu akan menusuk perasaan kawan-kawan yang tak berpunya... Tapii..beginilah anakku sayang... Lebih baik mama sekarang berterus-terang.. Kamu lebih baik tahu dari sekarang.. Kamu akan jadi dewasa, kamu akhirnya akan tahu juga..."
"Mah..mama... Jadi dalam hal ini, fungsi sholat itu di mana? Yang katanya mencegah hal yang keji dan munkar itu? Mama rajin pergi ke pengajian, mama umroh, mama sholat.. Tapi sholat ternyata tidak mampu mencegah mama bergunjing dan bergosip.. Itu kan sama dengan mengunyah-ngunyah daging saudara sendiri.. Bagaimana itu, Mah.. Bagaimana..???"
"Anakku sayang... Mama koreksi sedikit ucapanmu tadi itu tentang fungsi sholat.. Jangan katakan sholat ternyata tidak mampu mencegah mama bergunjing dan bergosip.. Jangan katakan begitu..!! Yang tepat adalah.. Sholat yang tidak mampu itu... Jadi..mama belum betul melaksanakan sholat mama itu.. Mama belum khusyu' melaksanakan sholat mama itu.. Kalau mama sudah sungguh-sungguh betul... Pasti mama akan tutup mulut ketika kawan-kawan mama bergosip.. Pasti mama akan tutup telinga ketika kawan-kawan mama bergunjing.. Tidak tertarik lagi mengikuti kebiasaan tidak terpuji itu..."
"Mah..mama... Terima kasih atas keterus terangan mama.. Inilah nasihat yang sungguh sangat berharga.. Mah..aku akan selalu mengingatnya.. Sekarang..aku sudah mendapat bekal amat mahalnya.. Tentang apa yang kelak akan aku hadapi sebagai seorang perempuan ketika nanti mendewasa dengan kekuatan serta kelemahannya.. Dan keterus terangan mama sangat mengharukan aku.. Terima kasih Mah... Terima kasih Mama..."
:) i Luv U m0m... :)
--*e_c*--
"Ibu...terangkan padaku tentang hakekat seorang wanita...??"
Sang ibu terkejut mendengar anaknya bertanya tentang hal yang tidak ringan bobotnya.. Namun sangat penting bagi anaknya yang berangkat dewasa...
Dengan perlahan sang ibu menjawab:
"Pertanyaanmu tidak ringan jawabannya... Wanita itu..lembut tutur sapanya.. Sopan budi pekertinya.. Rajin menggali ilmu, tekun bekerja.. Prilaku setara dalam apapun karya.. Lincah dan dinamis geraknya.. dan tidak minder karena jenis kelaminnya.. Ruang geraknya leluasa.. Bahkan takkan tertandingi dia.. Dalam keikhlasan pengorbanannya melahirkan anak menyabung nyawa.. Membesarkan anak hingga habis waktunya...
Jika dia brumah tangga, dia partner setia suaminya.. Sabar mendidik anak-anaknya.. Menyemai benih iman, kesejukan taqwa..
Kalau dia bekerja, dia pandai membagi waktunya.. Ramah dan erat dengan mertua, ipar dan keluarga.. Serta baik hubungan dengan tetangga dan ikut membantu masyarakat..."
Demikian jawab ibunya... Kening sang gadis remaja tampak ada kerutnya, sinar tak puas terbayang pada matanya... Terdengar berikut ini kalimatnya:
"Ahh...mama.... Yang baru mama katakan ini.. Kok indah gambarannya,, dalam kenyataan lain lagi rasanya..."
Menjawab lagi ibunya:
"Memang Nak... Yang mama sebutkan tadi adalah bentuk idealnya, yang tidak mudah mencapainya.. Karena masalah ini memang tidak sederhana..."
"Mama..mama... Mama bilang tadi wanita harus lembut dalam bertutur sapa.. Tapi dalam kenyataannya.. Banyak perempuan judes dan suka mengomel saja, suka bergunjing bergosip memperkarakan sesama... Misalnya tante, adik mama itu.. Hari ini ngomongnya begini-begini di depan kita.. Minggu depan ngomongnya begitu-begitu di belakang kita..."
"Ya..ya..Nak... Iya... Itulah salah satu kelemahan wanita.. Mungkin malahan kelemahan yang utama.. Sukar menahan kata-kata tak berguna, sering lupa menjaga perasaan orang lain.. Bagi mama sendiri, ini cobaan sangat beratnya... Kalau sudah ketemu sesama teman arisan atau kawan dulu di SMA.. Kami bertanding siapa yang punya lidah paling berbisa.. Yang paling top adalah skandal demi skandal yang dianalisa.. Kemudian apa saja yang berkaitan dengan aib keluarganya..."
"Mah..mama... Jadi mama ikut-ikutan juga? Mama bergunjing bergosip pula? Mama mengunyah-ngunyah daging saudara sendiri juga?"
Dengan malu sang ibu menjawab anaknya:
"Anakku sayang... Mama tadi sudah katakan.. Yang paling berat kelemahan seorang perempuan adalah menjaga lidahnya, menjaga perkataan.. Ketika berkumpul-kumpul, apakah pengajian apalagi arisan.. Sering kita, kaum perempuan ini tak tahan pameran harta.. Memperagakan berlian di leher dan pergelangan tangan.. Menyebut merk mobil dan perjalanan liburan.. Bercerita tentang anak-anak yang sekolah di sekolah elite dan mahal... Itu akan menusuk perasaan kawan-kawan yang tak berpunya... Tapii..beginilah anakku sayang... Lebih baik mama sekarang berterus-terang.. Kamu lebih baik tahu dari sekarang.. Kamu akan jadi dewasa, kamu akhirnya akan tahu juga..."
"Mah..mama... Jadi dalam hal ini, fungsi sholat itu di mana? Yang katanya mencegah hal yang keji dan munkar itu? Mama rajin pergi ke pengajian, mama umroh, mama sholat.. Tapi sholat ternyata tidak mampu mencegah mama bergunjing dan bergosip.. Itu kan sama dengan mengunyah-ngunyah daging saudara sendiri.. Bagaimana itu, Mah.. Bagaimana..???"
"Anakku sayang... Mama koreksi sedikit ucapanmu tadi itu tentang fungsi sholat.. Jangan katakan sholat ternyata tidak mampu mencegah mama bergunjing dan bergosip.. Jangan katakan begitu..!! Yang tepat adalah.. Sholat yang tidak mampu itu... Jadi..mama belum betul melaksanakan sholat mama itu.. Mama belum khusyu' melaksanakan sholat mama itu.. Kalau mama sudah sungguh-sungguh betul... Pasti mama akan tutup mulut ketika kawan-kawan mama bergosip.. Pasti mama akan tutup telinga ketika kawan-kawan mama bergunjing.. Tidak tertarik lagi mengikuti kebiasaan tidak terpuji itu..."
"Mah..mama... Terima kasih atas keterus terangan mama.. Inilah nasihat yang sungguh sangat berharga.. Mah..aku akan selalu mengingatnya.. Sekarang..aku sudah mendapat bekal amat mahalnya.. Tentang apa yang kelak akan aku hadapi sebagai seorang perempuan ketika nanti mendewasa dengan kekuatan serta kelemahannya.. Dan keterus terangan mama sangat mengharukan aku.. Terima kasih Mah... Terima kasih Mama..."
:) i Luv U m0m... :)
--*e_c*--
Kamis, 23 Juni 2011
Sesungguhnya Ada Rindu...
Aq pernah hilang di kegelapan yg kelamnya mengalahkan gulita malam..
Penuh ketakutan, kebingungan dan gundah berkepanjangan..
Aq meraba2,, padahal mata ini tidak buta..bahkan mereka penikmat dunia..
Aq pernah diselubungi kesunyian mencekam di dasar kalbu yg dalam..
Sesungguhnya ada rindu pd syair cinta,, tp aq tak peduli..
Telinga ini biasa dengar hingar bingar..bahkan syaitan2 penghancur iman..
Aq pernah terbungkam dlm kebisuan.. Lidah'q kelu,, tak pernah melantunkan ayat2-MU.. Padahal aq tidak bisu..
Bibir ini terus berkoar.. Penuh dusta, kesombongan dan kemunafikan..
Tubuh'q pernah bagai lumpuh..
Setiap langkah, menuju kemaksiatan..
Setiap sentuhan, menyakiti hamba Tuhan..
Setiap gerakan, mencerminkan kesalahan..
Namun.. Ketika itulah Kau menyentuh mata dan hati'q.. Agar q lihat agungnya kebesaran-Mu..
Yaa Samii'..
Kau lepaskan sumbat telinga, Kau izinkan aq dengar indahnya simfoni cinta, pedoman hidup'q..
Yaa Allah..
Kau basuh lidah'q.. Hingga diri ini mampu temani bulan dan bintang berakhir pada-Mu yaa Kabir..
Yaa Lathif..
Melalui kelembutan-Mu, raga'q mulai mampu bersujud pada-Mu..
Yaa Majid..
Dekatkanlah aq selalu pada-Mu..
Siram hati'q dgn kesejukan-Mu..
Lindungi aq dgn keperkasaan-Mu..
Selubungi jiwa dan raga'q dgn cinta-Mu..
*e_c*
Penuh ketakutan, kebingungan dan gundah berkepanjangan..
Aq meraba2,, padahal mata ini tidak buta..bahkan mereka penikmat dunia..
Aq pernah diselubungi kesunyian mencekam di dasar kalbu yg dalam..
Sesungguhnya ada rindu pd syair cinta,, tp aq tak peduli..
Telinga ini biasa dengar hingar bingar..bahkan syaitan2 penghancur iman..
Aq pernah terbungkam dlm kebisuan.. Lidah'q kelu,, tak pernah melantunkan ayat2-MU.. Padahal aq tidak bisu..
Bibir ini terus berkoar.. Penuh dusta, kesombongan dan kemunafikan..
Tubuh'q pernah bagai lumpuh..
Setiap langkah, menuju kemaksiatan..
Setiap sentuhan, menyakiti hamba Tuhan..
Setiap gerakan, mencerminkan kesalahan..
Namun.. Ketika itulah Kau menyentuh mata dan hati'q.. Agar q lihat agungnya kebesaran-Mu..
Yaa Samii'..
Kau lepaskan sumbat telinga, Kau izinkan aq dengar indahnya simfoni cinta, pedoman hidup'q..
Yaa Allah..
Kau basuh lidah'q.. Hingga diri ini mampu temani bulan dan bintang berakhir pada-Mu yaa Kabir..
Yaa Lathif..
Melalui kelembutan-Mu, raga'q mulai mampu bersujud pada-Mu..
Yaa Majid..
Dekatkanlah aq selalu pada-Mu..
Siram hati'q dgn kesejukan-Mu..
Lindungi aq dgn keperkasaan-Mu..
Selubungi jiwa dan raga'q dgn cinta-Mu..
*e_c*
Rabu, 22 Juni 2011
Secret of Silence
Apa kamu tahu apa itu diam...???
Apa kamu tahu...
Bahwa diam itu bukan lagi emas!!!
Diam adalah tidak peduli
Diam adalah bodoh
Diam adalah tidak tahu
Diam adalah statis
Diam adalah mati
Diam adalah.....
Ketika kata tak lagi bisa mengungkapkan isi hati dan kepala
Kenapa aku diam...???
Hanya dengan diam,, semua bisa
teredam
dan
terlupakan!!
Apa kamu tahu...
Bahwa diam itu bukan lagi emas!!!
Diam adalah tidak peduli
Diam adalah bodoh
Diam adalah tidak tahu
Diam adalah statis
Diam adalah mati
Diam adalah.....
Ketika kata tak lagi bisa mengungkapkan isi hati dan kepala
Kenapa aku diam...???
Hanya dengan diam,, semua bisa
teredam
dan
terlupakan!!
Langganan:
Postingan (Atom)
